.
Kategori > Bisnis Online | Kata Indah | Kecantikan | Kesehatan | Trik Internet | Download | Games | Anti Virus | Resep Masakan | Gaya Hidup | Sport | Lowongan kerja |

Hukum Wanita Mempunyai Dua Suami

Ditulis oleh : Buduri Buduri | Pada 0 comments
Asslmkm. wr wb
saya manemukan suatu permasalahan di masyarakat ada salah seorang warga yang mempunyai suami dua orang. dan yang menikahinya adalah suami yang pertama secara siri. dan saat ini mereka tinggal serumah.. dan menumpang tinggal disalah seorang rumah warga. dan dalam keseharian mereka cukup rukun.
yang ingin saya tanyakan bagaimana pandangan Hukum Islam thp masalah tsb? atau :
1. apa hukumnya istri mempunyai suami dua?
2. apakah sah nikah yang dilakukan oleh suami sah dari perempuan yang akan dinikahkan dg laki-laki lain tsb.walau pun ada saksi?
3. bagaimana hukumnya bagi tetangga/warga yg mengetahui permasalahan tsb? dan bagaimana menyingkapi persoalan tsb.
4. dan jika si ibu tsb mempunyai anak.. siapa ayah dari anak tsb?
mohon penjelasan dan petunjuknya. Trimakasih

Assalamu alaikum wr.wb.
Semua ulama sepakat bahwa Islam melarang seorang wanita menikah dengan lebih dari seorang lelaki dalam satu waktu.Larangan tersebut terdapat dalam sejumlah nash Alquran dan hadits. Di antaranya:
- QS an-Nisa 23-24 tentang larangan menikah dengan muhshanat yang menurut para ulama maksudnya adalah dalam status memiliki suami.
- Larangan utk melamar atau menikahi wanita yang sedang dalam masa iddah (al-Baqarah: 235). Jika wanita yang sedang dalam masa iddah saja tidak boleh dilamar atau dinikahi apalagi yang masih berstatus sebagai isteri orang?! jelas ini lebih dilarang.
- Hadits yang melarang untuk meminang wanita yang telah dipinang pria lain. Sebab jika meminang wanita yang telah dipinang dipinang saja tidak boleh apalagi menikahi yang sudah bersuami.
Dengan demikian, pernikahan seorang wanita yang masih berstatus sebagai isteri orang dengan pria lain adalah tidak sah dan haram hukumnya.
Bagi para tetangga atau kerabat harus memastikan terlebih dahulu apakah benar wanita tersebut menikahi pria lain padahal statusnya masih menjadi isteri orang? atau sebenarnya ia sudah cerai dengan suami pertama? Jika sudah cerai apakah sudah melewati masa iddah? dst
Jika ternyata wanita itu statusnya masih resmi sebagai isteri orang, maka harus memberitahu dan mengingatkannya bahwa perbuatan itu tidak dibenarkan.  Merupakan kewajiban setiap muslim untuk mengingatkan saudaranya sebagai wujud amar makruf dan nahi mungkar sesuai kemampuan. Tentu dengan cara yang baik dan bijak.
Wallahu a'lam
Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber: syariahonline.com
Comments
0 Comments